image

Patimuan – Jumat (16/01/2015), Warga Patimuan, kabupaten Cilacap, provinsi Jawa Tengah menghadapi ancaman bencana banjir bandang yang besar akibat kritisnya kondisi tanggul Sungai Citanduy. Tanggul yang berada dusun Wadasjontor, desa Patimuan mengalami longsor dan ketebalannya semakin menipis sejak sebulan lalu. Tanggul yang ketebalan awalnya 6 meter, sekarang tinggal 3 meter.

Icuk Sudiarto, kepala Desa Patimuan mengatakan jika kondisi kritis ini tidak ditangani segera akibatnya sangat fatal. “Dalam kondisi banjir, ketinggian air ada di atas genteng rumah warga, karena tanggulnya memang diciptakan tinggi. Akibatnya tidak hanya merendam 4 desa di sekitarnya, tapi arus yang deras dan volume air yang sangat besar bisa menimbulkan banjir bandang yang mengerikan,” ujar Icuk.

“Menipisnya tanggul terjadi sejak satu bulan lalu terjadi ketika hujan deras yang merendam Sidareja. Semakin hari semakin menipis, bahkan sekarang sudah sangat mengkhawatirkan karena sisa ketebalan tanggul tinggal 2-3 meter. Warga kami sangat resah dan khawatir. Jika kondisi tidak hujan dan volume air turun, kekhawatiran menurun, tapi jika hujan deras seperti semalam kami semua ketakutan. Padahal hujan deras sepertinya akan terus terjadi di bulan bulan ini,” lanjutnya.

“Ini harus segera ditangani, karena karena bila jebol, ada 4 desa di wilayah kecamatan Patimuan yang bisa terendam oleh luapan air dari sungai Citanduy tersebut, bahkan bisa lebih. Arus dan ketinggian air bisa mengakibatkan banjir bandang di sekitar jebolnya tanggul. Kami sudah mengajukan bantuan untuk pemasangan dumping stone (stapel) di sepanjang tanggul ke pihak Balai Besar wilayah Sungai Citanduy, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Senin besok, saya akan ke sana lagi dengan camat. Warga sudah berkali-kali mengadu ke desa tentang kekhawatiran mereka, terutama ketika volume air sungai Citanduy naik tinggi akibat hujan deras,” tambahnya.