Minggu (06/09/2015), Kepala Desa Patimuan mengajak relawan Gerakan Desa Membangun (GDM) melihat langsung tanggul kritis Sungai Citanduy di Desa Patimuan. Kegiatan ini merupakan silaturahmi yang bertujuan mempererat persaudaraan dalam GDM. Acara nonformal ini dilabeli “Tilik Tanggul Kritis dan Dolan Desa Patimuan”.
Tanggul kritis Patimuan berada di Dusun Wadasjontor. Menuju tanggul kritis ini, kami mengambil jalan di samping BRI Unit Patimuan di Kompleks Pasar Desa Patimuan. Jaraknya sekitar 1,5 km. Kami menyusuri jalan beraspal hingga akhirnya melalui jalan tanah di tanggul Sungai Citanduy.
Tanggul kritis Patimuan terjadi secara alami karena tergerus arus sungai yang deras. Untuk menahan arus sungai yang deras pada musim penghujan, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy yang berkantor di Kota Banjar, Jawa Barat ini memiliki solusi dengan membangun dumping stone.
Saat ini, batu-batu telah dikirim. “Satu mingguan ini, batu-batu sudah dikirim, jumlahnya baru sekitar 150 meter kubik. Kebutuhan untuk dumping stone sekitar 3 ribu meter kubik,” ujar Icuk Sudiarto, Kelapa Desa Patimuan.
“Saya berharap kebutuhan batu untuk dumping stone segera dicukupi. Mengingat sekarang masih musim kemarau, jalan relatif lebih mudah dan tidak becek. Untuk pengerjaan dumping stone juga mohon disegerakan. Jika dikerjakan sekarang, debit air sedikit sehingga pembangunan dumping stone bagian bawah bisa maksimal. Jika dikerjakan musim hujan, debit air Sungai Citanduy tinggi dan deras sekali, dikhawatirkan pembangunannya kurang optimal,” imbuh Icuk Sudiarto.
Penulis : Sukarni, GDM Chapter Banyumas